"Pokoknya satu tahun pernikahan itu lagi rawan-rawannya. Tepatnya tahun adaptasi sih kalau versi kakak. Jadi, wajar sekali ada konflik-konflik." Delia meraih gelas di atas meja. Ia ingin Akram merasa lebih rileks. Akram tersenyum tipis. Bahkan tahun pertama pernikahannya sudah penuh dengan prahara. Ia juga harus segera mengakhirinya. Sebuah hal yang memang sudah menjadi niatnya. "Nikah mau itu dilandasi rasa cinta atau tidak harusnya tetap di jalani dengan serius, Kram. Nggak ada itu main-main." Delia meneguk minumannya. Ia juga merilekskan diri mengingat jarang ia memberikan nasihat serius seperti itu. Akram mengangguk-angguk. Ia menghargai bagaimana usaha kakaknya. "Namanya nikan kan ibadah terlama, Kram. Harus ituh diteguhkan tiap hari." "Kak Dania?" tanya Akram mengingatkan ba

