Bab 119 : Berdamai dengan Luka

1381 Kata

“Kram, kamu di mana?” ujar Mas Danang melalui panggilan telepon. Mereka sudah cukup lama menunggu Akram. “Aku di jalan, Mas.” “Kita udah di rumah Nasha. Kamu ke sini aja. Tadi udah beres.” “Rumah Nasha?” “Iya, Kram. Buruan.” Akram mengangguk meski mereka sedang tidak saling berhadapan. Ia mengganti arah laju mobilnya yang semula akan menuju kantor polisi menjadi ke rumah Nasha. Ia harus mengembalikan mobil Mas Danang. Benar seperti yang diucapkan Mas Danang, di ruang tamu baik Rios maupun Mas Danang sudah menghabiskan beberapa camilan. Gelas mereka juga sudah kosong meski sudah ada termos kecil berisi minuman tambahan. Akram berjalan masuk sembari mengucapkan salam. “Maaf, Mas,” ucapnya. “Nggak apa-apa, Kram. Cuma ini aku rada buru-buru makanya telpon kamu.” Akram mengangguk. Ia m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN