Bab 118 : Sakitnya Kebenaran

1414 Kata

Akram bergegas mengendarai mobil Mas Danang menuju rumah sakit. Rasa penasaran sekaligus marahnya menjadi satu. Ia tak punya cara lain selain membuktikan sendiri ucapan Sufi. Jika benar, maka tak akan ada maaf untuk kedua orang tuanya. “Yang benar saja. Aku korban yang palin menyedihkan,” ucap Akram bermonolog. Tak kurang dari empat puluh lima menit, rumah sakit di mana ibunya dirawat terlihat. Akram menjejakkan kaki pada lantai parkiran dan segera berlari. Ia tidak boleh terlambat. “Siang ini suami saya sedang menjenguk ibu kamu. Ia datang karena diundang.” Kalimat Sufi kembali terngiang. Artinya ibunya terus berkomunikasi dengan ayah mertuanya. Satu hal yang sudah pasti sangat buruk. Akram berlari kecil. Ia tetap waspada karena tidak mau sampai mengganggu penghuni rumah sakit lainnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN