Bab 120 : Melawan Kemustahilan

1114 Kata

“Mau jalan kaki?” tanya Nasha begitu Akram tidak langsung memesan ojek online atau sejenisnya. “Mau lihat samping,” jawab Akram tanpa ditutup-tutupi. Ia harus tegas dalam bersikap. Sekarang, ia memang hanya memikirkan Mia. “Aaaa, hati-hati, Kram.” Akram mengangguk mantap. “Kamu juga. Sampai bibi balik, kunci semua pintu.” “Siap,” ucap Nasha secepat kilat. Ia melambaikan tangannya. Membiarkan Akram berjalan menuju samping rumahnya. Akram tak membalas lambaian itu. Ia hanya tersenyum kecil sambil mengayunkan langkah. Ada desir aneh tatkala mengingat ia tinggal bersebelahan dengan mantan kekasihnya pasca menikah dengan Mia. Sebuah kebetulan yang tidak pernah ia bayangkan. Akram terus berjalan hingga ia berada tepat di depan pintu gerbang. Satu hatinya menginginkan agar ia menerobos masu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN