Bab 121 : Hati yang Meminta

1640 Kata

“Mas, Mas Akram!” seru Kang Asep sedikit mengguncang lengan Akram. “Ya?” “Maaf, Mas. Sudah lewat waktu maghrib,” ujar Kang Asep sambil menunjuk jam di dinding. “Astaghfirulloh. Saya ketiduran, Pak?” Kang Asep mengangguk. Sudah cukup lama Akram terlelap. Ia bahkan tidak berani membangunkan, tapi karena ia pun harus segera pulang, terpaksa ia melakukannya. “Maaf, Pak. Kalau begitu saya ambil wudu dulu ya, Pak. Jangan dikunci dulu.” “Ya, Mas. Saya juga masih ada sedikit kerjaan.” Kang Asep sedikit memberikan waktu tambahan bagi Akram. Ia memahami sekalut apa perasaan orang yang pernah menjadi majikannya itu. “Ya, Kang.” Akram mengangguk seraya berlalu dari kamar Mia. Tak lupa melipat kembali secarik kertas yang tadi digenggamnya kemudian menaruhnya rapi di atas meja. Sajadah itu Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN