Bab 122 : Pesisir Barat Irlandia

1166 Kata

Menjelang siang, jauh dari tempat Akram berada. Terbentang samudra yang mengapit sebuah benua tepatnya di pesisir barat Irlandia, bunyi ‘nging’ dari sebuah ketel terdengar cukup lama. Uapnya mungkin sudah ke mana-mana. Bisa jadi air yang tadi dijerang juga sudah habis. Namun, Mia yang duduk tak jauh dari perapian itu tak bergerak sama sekali. Ia masih saja setia pada lamunannya. “Mia kamu ngapain?!” sentak Humaira yang berlari cepat mematikan kompor. Kurang tepat sedikit saja bisa fatal akibatnya. “Apa, Kak?” tanya Mia tanpa merasa berdosa. Ia masih belum menyadari kesalahannya. “Kamu mau membakar rumah ini?” sentak Humaira sambil menunjuk ketel itu. Mia meraup wajahnya kasar. Ia benar-benar tidak mendengar bunyi ‘nging’ itu meski jarak antara ia duduk dengan kompor cukup dekat. “Maaf,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN