Akram memastikan telah menyimpan beberapa nomor orang-orang yang nantinya akan ia butuhkan. Setelah sampai di rest area, dalam perjalanannya ke Jakarta, ia mengaktifkan ponselnya. Satu pesan dari Frans langsung datang. Sebelumnya, ia memang sudah menghubungi dulu lewat nomor baru tersebut. [Frans : Besok Mia berangkat. Semua persiapan sudah siap. Begitu Mia di Irlandia, lakukan sisanya dengan benar.] Akram mendesah. Bahkan, kakak iparnya pun mengingatkan akan perpisahan. Satu hal yang cukup menyakitkan. “Udah, Kram?” tanya Valga yang selesai melepas lelahnya perjalanan dengan menghabiskan satu batang gulungan tembakau kecil. “Udah, Kak. Lanjut?” “Bentar ya. Mas telpon kakak kamu dulu. Suka ngamuk kalau nggak dikasih tau.” Akram tersenyum miring. Alangkah indahnya ikatan pernikahan ya

