Mia menyudahi momen merindui Akram yang tak kunjung datang. Pada setiap inci bagian rumah, ia sampaikan salam untuk suaminya yang masih belum mau menyelesaikan masalah. Pelan, Mia melangkah keluar. Ia bingkai sekali lagi momen yang tercipta di rumah bergaya minimalis hadiah pernikahan dari orang tuanya. Mia mengunci kembali pintu rumah itu. Sengaja ia tidak membawa serta dan meletakkan di tempat rahasia terbaru. Tempat penyimpanan yang hanya diketahui ia dan Akram. Mia berjalan menuju luar gerbang dan terdiam begitu mendapati Frans sedang berbicara dengan seseorang. “Kak Frans!” seru Mia. Sejak kapan kakaknya dan Nasha saling mengenal. “Mia,” lirih Nasha. “Kalian kenal?” Frans cepat menggeleng. “Nggak. Ayo kita berangkat, Mi.” Mia terdiam. Ia perhatikan sejenak wajah Nasha yang tampa

