Akram tidak serta merta pulang ke rumah. Setelah melakukan beberapa pertimbangan, ia memilih menghindari Mia sampai perempuan itu berangkat. "Kamu yakin, Kram?" "Yakin, Kak." "Jangan gila, Kram. Itu berlebihan." "Akram punya alasan." Delia menggeleng. Sejak ide itu dicetuskan, ia sudah tidak setuju. Namun, Valga memberi Akram kesempatan untuk menjelaskan. Maka terjadilah diskusi ini. "Apa kamu tidak akan menyesal, Kram?" Valga ikut mempertanyakan niat adik iparnya. "Tidak, Kak." "Kamu jangan ikut campur, Mas. Ini menyangkut rumah tangga adik kita loh." "Ini menyangkut harga diri laki-laki," sambar Valga. "Mas!" "Percayakan Akram sama aku, Delia. Kita cuma ke Jakarta aja. Nggak ke amsterdam." "Tapi Akramnya nggak bilang Mia. Kalau dicariin gimana?" "Buktinya sampai detik ini ti

