Tentu tidak tepat menilai seseorang hanya dari tampilan luar saja. Tetapi, melihat Akram yang berdiri di depan sebuah kamar hotel bersama perempuan dengan pakaian terbuka membuat Dania tidak bisa menerima begitu saja. “Siapa itu, Kram?” sungut Dania saat mereka sudah memasuki kamar Akram. “Temen, Kak.” “Temen di mana? Baru sehari di Jakarta udah dapat temen model begitu?” Dania masih saja mempertanyakan. Ia sungguh takut Akram bertindak macam-macam. “Jangan keras-keras, Dan. Malka tidur,” ucap Danang yang sudah membaringkan Malka. Dania melipat kedua tangan. Masih setia menatap Akram penuh selidik. “Apaan sih, Kak.” “Kita ngobrol di balkon.” Danang yang tentu kaget dengan ucapan Dania hanya bisa menggeleng. Mereka datang sudah cukup larut, tidak sesuai rencana awal dan sekarang Dan

