“Gimana, Mas hasilnya?” tanya Akram pada Mas Danang yang baru saja keluar dari kamar inap Rios. Danang tersenyum puas. Ia juga mengangguk yakin seraya mendekati Akram. “Selamat, Kram. Rios mau bersedia bantu kita.” “Alhamdulillah. Makasih banyak, Mas.” Danang mengangguk lagi. Sudah menjadi tugasnya membantu dua sahabat itu. Ia tahu bagaimana Akram dan Rios saling mendukung sebelumnya. Ia juga ingin mereka semua kembali dalam lingkar pertemanan yang positf. Akram tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya. Gegas ia mendorong pintu kamar inap Rios. Menghampiri langsung sahabatnya. Sebelumnya ia memang ragu membuka kembali topik sensitif di antara mereka. Dan dengan bantuan Mas Danang semua berjalan lancar. “Makasih, Yos!” serunya sambil merangkul sahabat terbaiknya itu. Rios tak menola

