Ibu kota selalu memiliki pesona bagi orang orang yang menyukai gemerlap tak terkecuali Valga dan Delia. Mereka yang saat hidup di Jogja saja sudah cukup hedon, begitu melihat vanue pameran merasa sangat pas dengan gaya mereka. Bertolak belakang dengan Akram yang memang pada dasarnya irit bicara. “Istirahat dulu di hotel nggak apa-apa, Kram. Nggak usah dipaksain.” Perjalanan darat Jogja Jakarta tentu menguras tenaga. Valga memahami itu dan saat harus menyaksikan orang-orang berkumpul menikmati sesuatu yang bagi Akram terlarang itu, tentu adiknya tak nyaman. “Oke, Mas. Aku nggak ikutan ya.” Valga mengangguk. Ia kibaskan tangannya tanda tak apa-apa Akram tidak ikut ramah tamah sahabat-sahabatnya. “Makan jangan lupa ya, Kram!” seru Delia menambahkan. “Iya, Kak.” Berlalu begitu saja, meni

