Rumah dengan undakan di depan itu masih sama. Rumah itu selalu menyambut baik kedatangan Akram, pun sekarang. Akram melangkah lebar-lebar disamping untuk mempercepat waktu juga ia tak sabar melihat sang ibu. “Akram,” desis Dania yang membukakan pintu setelah tanda bel berbunyi “Kak,” jawab Akram seraya menyalami kakaknya. “Ibu mana?” “Di dalem.” Ya, akhir-akhir ini kondisi kesehatan Yurika terus memburuk. Setelah terbaring lemah di rumah sakit beberapa waktu sebelumnya, ia tidak bisa pulih seperti sedia kala. Alhasil, Yurika lebih banyak menghabiskan waktu di kamarnya. “Ibu,” lirih Akram begitu sampai gawang pintu kamar sang ibu. “Akram ....” Tanpa aba-aba Akram datang kepada Yurika. Ia menghamburkan diri melepaskan resahnya. “Kamu sehat, Nak?” tanya Yurika mengingat peluk itu terl

