Bab 109: Yang Lebih Menyakitkan

1092 Kata

Akram terlelap. Sampai-sampai ia tak sadar sudah menghabiskan waktu siangnya. Akram pun terperanjat begitu mendapati suara berisik di luar kamar. "Astaghfirulloh," ujarnya. Gegas Akram bangun dari tempat tidur. "Ehhh udah bangun. Sini, Kram!" seru Delia yang rupanya memesan banyak makanan. Perempuan itu tengah menyusunnya. "Ada acara apa, Kak? Banyak amat?" "Biasa kumpul-kumpul temen kakak." "Di sini?" "Iya. Sebentar lagi." Akram berdecak kesal. Ia datang di waktu yang kurang tepat. Ia paling tidak nyaman dengan keramaian. "Aku mandi dulu, Kak." "Ya, Kram." Akram tidak mungkin hanya berdiam diri pasca memilih rumah Delia sebagai pelariannya. Hari ini ia bahkan sudah ingin langsung bekerja. Maka, setelah selesai menyegarkan dirinya dengan air shower, ia menemui Valga di bengkel. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN