Tak lama setelah mengirimkan pesan balasan untuk Valga, titik terang ia harus tinggal di mana pun tiba. Akram sebenarnya tidak perlu menginap di rumah sakit itu karena rupanya sang kakak menghendaki agar ia segera datang ke Jogja. Ditambah telepon dari Delia yang terus mengancam akan menceritakan pada ayah mereka jika Akram tidak menurut. “Udah larut, Kak. Besok pagi aku datang.” “Sekarang kamu di mana? Kemarin- kemarin ke mana?” Delia mencecar dengan banyak pertanyaan. “Kemarin di tempat Mas Danang. Sekarang aku di rumah sakit.” “Kamu sakit?” Akram menggeleng. Meski tidak berhadapan langsung dengan kakaknya, ia tetap melakukan itu. “Bukan, Kak. Temanku yang sakit.” “Udah makan?” “Udah, Kak.” “Jangan terlambat. Habis subuh saja berangkat. Biar tidak terlalu lama di situ.” “Iya, Ka

