Bab 106 : Obrolan Tidak Perlu

1253 Kata

Tangan Akram mengepal. Dari mana gadis ini tahu tentang rumah tangganya? “Duduk dulu. Ada yang perlu aku bicarakan,” imbuh Nasha. Akram menoleh. Ia menghitung beberapa saat untuk sampai pada keputusan memenuhi ajakan Nasha atau tidak. “Aku ketemu Mia di depan rumah.” Nasha berusaha meyakinkan. Siapa tahu dengan ia memberikan informasi pada Akram, rasa bersalahnya menjadi berkurang. Akram pun kalah. Ia memilih salah satu kursi single di sebelah kiri Nasha. “Dia seperti mau pergi. Bawa koper juga kayaknya dan matanya sembab.” Pembuka yang cukup membuat Akram tertarik. Ia memang ingin tahu keadaan terkini Mia terlebih saat perempuan itu pergi. “Aku bilang ke Mia, belum tentu Akram seburuk itu. Dia harus bisa melihat kebenaran.” Nasha menggantung kalimatnya. Ia ingin tahu apakah Akram

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN