Bab 114 : Kuat

1203 Kata

Malam ini Akram nyaris tak terlelap. Setelah pulang dari kantor kepolisian dan menjemput Dania di rumah Nasha, ia tak bisa memejamkan mata barang sekejap. Pikirannya terus mengudara. Semua tanya menumpuk dalam benaknya. Ia termenung seorang diri. “Nasha menghubungimu, Kram?” tanya Dania yang tiba-tiba masuk ke kamar Akram setelah menunaikan salat subuh. “Enggak, Kak.” “Lantas?” “Aku pas lewat.” Ada kekhawatiran tak terdefinisikan dalam diri Akram. Ia menjadi semakin hati-hati dalam melakukan sebuah tindakan. Ia takut apa yang ia lakukan tanpa sengaja akan menimbulkan penafsiran lain bagi beberapa orang. “Istirahat. Nasha sudah aman. Tadi sempat minum obat penenang pemberian Bibi.” “Obat penenang?” Dania mengangguk. “Rumit, Kram.” Akram pun mengusap wajah. Ia tak menduga akan separ

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN