Cukup! Ini terakhir kalinya aku mengatakan iya untuk permintaan Tante Vivian. Sungguh, aku tidak sanggup lagi menemaninya sepanjang hari ini, mengikuti jadwalnya yang begitu padat merayap. Awalnya aku kira dia akan mengajakku pulang setelah menyelesaikan acara sosialita di rumah mantan pacar anaknya. Karena dari awal, katanya hanya minta diantar ke acara arisan itu aja. Tapi...aku diseret lagi ke acara selanjutnya, temu kangen istri pengusaha. Itu belum cukup, dengan wajah memelas Tante Vivian merayuku untuk mengantarnya ikut arisan berlian di rumah salah seorang istri pejabat kenalannya. Seakan belum cukup menyiksaku, dia memintaku lagi mengantarnya ke sebuah acara amal yang disponsori oleh yayasan sekolah miliknya, Yayasan Bina Bangsa. Sumpah, kalau aku benar-benar menjadi sopir pr

