“Kok pulang tiba-tiba?” tanyaku setelah menutup pintu mobil Mas Berni. Pandanganku terpaku pada mobil Bima yang kemudian menghilang masuk ke halaman rumahnya. Siapa gadis yang dibawanya? Setelah semalam mengatakan nggak mau mengejarku lagi, pagi ini dia sudah memburu mangsa lain. Ah! Apa peduliku juga. Terserah dia mau ngapain, jungkir balik salto pun aku nggak mau peduli. “Nggak tuh, memang sudah rencana. Aku, kan sudah pernah bilang jika sebulan lagi akan pulang,” jawabnya sambil tersenyum. Keningku berkerut memikirkan ucapan Mas Berni. Kayaknya aku nggak ingat lagi jika Mas Berni pernah mengatakan hal itu. “Kok pakai singgah di sini, nggak langsung pulang ke Semarang?” tanyaku lagi. Mas Berni memang tinggal sekota denganku. Harusnya saat ini di pulang ke Semarang, bukannya malah men

