27. Hal Nggak Masuk Akal

1666 Kata

Aku dan Mas Berni saling berpandangan sesaat setelah Ayah masuk ke dalam rumah dengan alasan ingin mandi. Padahal aku tahu benar jika pagi-pagi sekali Ayah pasti sudah mandi. Ayah mungkin sudah kehilangan bahan o Pembicaraan dengan Mas Berni. Lagian mau ngobrol apaan lagi, kayaknya dua jam dari A sampai Z sudah dibahas keduanya. "Ayahmu nggak sampai gantungin aku hidup-hidup, kan?" tanya Mas Berni sambil tersenyum. "Belum," sahutku dan membuat dia tertawa. "Ngapain Mas ke sini pagi-pagi? Ada rencana mau ngajak Ayah jogging?" tanyaku. "Semakin awal semakin bagus, kan?" "Apanya yang bagus. Aku malah belum bangun waktu Mas Berni datang tadi," ujarku. "Semalam aku, kan sudah bilang bakal datang agak pagi," ujarnya dan membuatku hanya bisa nyengir. Aku malah belum membaca pesan dari Mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN