Aku menajamkan pendengaranku saat mendengar Ayah dan Mas Krisna berbicara. Mataku sesekali menyipit seperti sedang memikirkan maksud ucapan Ayah dan sesekali membesar saat ada hal yang membuatku terkejut. "Ayah maunya sebelum akhir tahun ini mereka sudah menikah," ucap Ayah. Kali ini mereka sedang membicarakan Mas Dirga yang kemungkinan akan melamar pacarnya, Mbak Arum dalam waktu dekat. Mereka memang belum lama berpacaran, tapi melihat keseriusan Mas Dirga, aku yakin dia memang ingin cepat-cepat menikah Mbak Arum. Maklum, kelamaan nggak punya pacar. Sekali dapat yang cocok, jadi pengen cepat-cepat dinikahi. Semenjak Mas Dirga pulang ke Indonesia dan bekerja di Semarang, dia lebih sering menghabiskan waktunya di rumah sakit sehingga waktu untuk bertemu dengannya juga jarang. Terakhir aku

