Sejak bangun tadi pagi, debar jantungku nggak bisa kukendalikan, detaknya begitu cepat hingga aku kewalahan dibuatnya. Padahal hari Bima yang akan diwisuda, bukan aku. Kenapa malah aku yang berdebar. Apa mungkin karena aku begitu merindukan wisuda yang pernah aku jalani beberapa tahun yang lalu? Tapi sepertinya bukan karena itu. Kali ini rasa berdebarku mungkin karena aku yang nggak sabar menunggu acara wisuda Bima dan melihatnya bersama kumpulan mahasiswa-mahasiswa yang diwisuda juga. Kemarin aku sudah menemaninya memotong rambutnya sehingga hari ini dia pasti tampil begitu tampan. Aku tertawa sendiri saat membayangkan bagaimana penampilan Bima hari ini. Lo Aku merapikan rambutku yang sedikit kaku karena pengaruh hairspray. Dengan sedikit pengorbanan di pagi buta, akhirnya rambutku be

