LC 19

622 Kata

Panggilan itu, dari rumah sakit. Reya menatap layar ponsel yang kini tak lagi bergetar, hanya ada notifikasi panggilan tak terjawab dari "RS Bhakti." Dadanya langsung diserang rasa panik, napasnya tersengal. Tangannya gemetar saat dia mencoba membuka pesan suara. Suara suster terdengar berhati-hati dan terburu-buru, "Kami sudah mencoba menghubungi Anda sejak tadi malam, tapi tidak terhubung. Kami minta maaf— ayah Anda meninggal dunia pukul 01.47 dini hari." Reya terdiam, kesadarannya masih belum sepenuhnya. Kemudian dia memutar kembali pesan suara itu. Dunia seolah berhenti berputar. Suara suster menghilang, berganti suara desingan kosong di telinganya. Nafasnya mulai tercekat, tangan kirinya meremas selimut sementara yang kanan masih menggenggam ponsel. "Bapak." Reya gak sanggup bica

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN