Suasana ruang kerja Barat dan Reya sedang membahas jadwal kerja. Terdengar suara laptop yang sesekali menimbulkan bunyi ketikan. Reya duduk di sisi kanan meja, tangannya memegang buku agenda kerja yang dibuka separuh, mencocokkan jadwal meeting dengan kalender digital milik Barat. "Kamis jam sembilan, Bapak kosong, ya? Saya masukin jadwal review keuangan divisi marketing." Suara Reya terdengar datar. Barat mengangguk pelan. "Oke. Jumat sore kosong juga?" "Iya. Saya memang sengaja kosongin buat meeting vendor." Reya baru akan menambahkan catatan kecil ketika pintu ruangan terbuka. Seorang perempuan bergaun krem dengan sepatu hak tinggi masuk dengan percaya diri. Wajahnya bersih, make-up-nya tipis tapi elegan. Rambut panjangnya dikuncir rendah. "Tania?" ucap Barat, segera berdiri dan me

