LC 17B

822 Kata

Ia menatap layar ponselnya cukup lama, berharap ada balasan lagi, tapi tak kunjung muncul. Tangannya mengepal, perasaan bersalah dan panik mulai saling bertabrakan dalam d**a. "Semua akan baik-baik aja," gumam Barat pelan. Tangan kirinya mengusap wajah, lelah. Satu sisi ingin melindungi Reya, memastikan semuanya baik-baik saja. Tapi sisi lainnya sisi yang lebih besar dan lebih kuat, ia takut kehilangan Tania. Takut semuanya berantakan. Malam hari, lampu-lampu kota mulai menyala ketika Barat keluar dari kantor. Di parkiran, Tania sudah menunggu di dalam mobil. Rambutnya dikepang ke samping, bibirnya berlipstik tipis warna peach, seperti biasa. Tersenyum saat melihatnya datang. "Hey," sapa Tania ceria. "Akhirnya kamu selesai juga. Tumben lelet." Barat hanya tersenyum kecil dan masuk ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN