Lenguhan dua insan yang sudah mencapai puncaknya itu terdengar berat, hingga mereka berdua terkulai lemas tak berdaya. Keyna yang sudah tak bisa berbuat apapun, hanya membiarkan Alex menenggelamkan wajahnya diantara dua bukit Himalaya miliknya. Air mata sudah tidak bisa ia bendung, serta rasa benci yang semakin besar, membuat ia enggan untuk menatap wajah Alex yang penuh kepuasan. Bahkan, tanpa rasa bersalah sedikit pun, pria itu kembali memainkan choco chips miliknya, seolah itu adalah miliknya seorang. Alex melirik ke arah atas, di mana wajah Keyna yang masih berpaling enggan untuk mengucapkan satu patah kata pun dari mulutnya. "Terima kasih," ucap Alex sedikit bangkit dan mencium kening Keyna dengan lembut. Akan tetapi, wanita itu hanya diam tak merespon apapun bagaikan sebuah patung h

