Keyna terusik dari tidurnya, saat sinar mentari pagi menerobos masuk ke dalam celah kamarnya. Wanita itu merasakan sakit di sekujur tubuhnya, dan nyeri di bagian inti. Keyna meringis sambil berusaha bangkit seraya memegangi selimut tebal yang membalut tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun. Ia memegangi kepalanya yang terasa berdenyut, lalu melihat ke arah jam yang ada di atas nakas samping tempat tidur. Panik! Itulah yang ia rasakan saat ini. Bagaimana tidak, ia terbangun pada pukul sembilan pagi. Ingin rasanya dia berteriak dengan kencang, apalagi saat melihat tubuhnya yang sudah dipenuhi jejak kepemilikan dari Alex. "Alex! Kau benar-benar pria b******k!" Geram Keyna saat mengingat perlakuan Alex malam tadi. Dan ia begitu bodohnya mengikuti permainan yang Alex ciptakan dengan tak

