Keyna menatap Edwin dengan tatapan penasaran, karena pria yang ada di hadapannya hanya diam seribu bahasa. Namun, ia dapat melihat mata Edwin yang tengah melihat Alex yang sedang menggendong El dengan begitu akrab. Hatinya merasa sakit, seolah dikhianati. Ia tidak akan menyalahkan siapa pun agar bertanggung jawab atas apa yang ia rasakan, karena itu adalah resiko yang harus ia terima, saat ia memutuskan untuk mencintai seseorang. "Aku kebetulan sedang istirahat, dan memutuskan untuk makan siang di sini. Tidak menyangka akan bertemu kalian. Bahkan, pak Alex seorang pengusaha yang paling sibuk pun bisa meluangkan waktunya. Apa kalian akan pergi sekarang?" Tanya Edwin sambil tersenyum getir. Sebenarnya apa hubungan Keyna dan juga Alex, hingga mereka bisa begitu dekat hanya dalam waktu bebera

