Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi tegas milik Alex, setelah pria itu mengatakan tujuannya. Terlihat jelas sebuah amarah yang begitu besar di mata wanita itu. Alex memegangi pipinya yang masih terasa panas, seraya terkekeh, seolah sedang melihat pertunjukan lucu. Perlahan ia mengelus perut Keyna yang masih rata. "Apa yang kau lakukan! Dasar pria b******k! Sekarang kau baru menunjukkan niat awal mu. Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi! Lebih baik aku segera pergi dari sini, lepaskan aku sekarang juga!" Bentak Keyna penuh amarah dengan mata yang memerah. Namun, tiba-tiba saja Alex menarik wanita itu dalam dekapannya, dan kembali mengelus perut Keyna dengan lembut. "Sayangnya aku tidak mau kau tinggalkan. Aku masih menunggu anak kedua darimu, sayang.

