"Iya Dis siapa yang bilang ke lo kalau Kevan hanya sandiwara mengajak lo damai?" "Lidia.." ------------------- Adit, Al dan Edo menghela nafas mengingat pengakuan Adis tadi. Saat ini mereka sedang berada di kantin rumah sakit. Setelah Adis menyebutkan nama cewe yang mengaku sebagai tunangan Kevan, mereka langsung keluar dari ruang rawat Adis, sedangkan Adis menatap bingung ketiga rekannya. "Udah gue duga Adis dihasut" gumam Edo, "Iya" jawab Al dan Adit bersamaan. "Baiklah kita bantu mereka berbaikan, sekarang Adis mungkin belum percaya jika kita katakan Lidia hanya menghasutnya, dia masih panas" Al dan Adit mengangguk, "Jadi apa yang kita lakukan?" Tanya Al, "Lagi gue pikirkan" Edo menyeruput jus jeruknya sambil berpikir. Dua hari kemudian, Adis sudah kembali masuk ke sekolah. Na

