Kata-kata Lidia siang tadi masih terbayang dipikiran Adis, sangat mengganggunya. 'Apa iya si Kevan pura-pura berteman sama gue selama ini? Memang sih kayaknya aneh aja tiba-tiba dia minta jadi temen gue padahal kan sebelumnya dia kayak benci banget sama gue, ngga mungkin karena merasa bersalah kan?' Batin Adis. Adis pusing dan bingung, satu-satunya cara hanya menunggu, ia ngga berniat menanyakan pada Kevan karena jika benar Kevan ngga mungkin akan mengaku. "Sayang kok belum tidur?" Ana tiba-tiba muncul di balik pintu kamar Adis. "Eh mama juga belum tidur?" Ana menutup pintu kamar Adis lalu duduk disamping putri bungsunya. "Mama masih nunggu papa pulang sayang" Adis memeluk pinggang Ana, "ciee ngga bisa bobo ya mama kalau ngga dipeluk papa" goda Adis, Ana sedikit merona mendengar goda

