Harapan

1629 Kata

"Gus, aku mau ke dalam. Abi sendirian," kataku lemah. "Iya, nanti malam, kamu mau makan apa?" "Aku enggak mau apa-apa. Nanti kalau aku butuh sesuatu, aku bisa mintak tolong ke yang lain. Ada Beno juga." Kulihat, Agus menunduk wajahnya terlihat lelah. "Gus, besok kami jangan ke sini, ya? Istirahat aja. Kita sama-sama capek." Aku meraih makanan darinya. Agus hanya diam, tak banyak bicara seperti biasanya. Aku memang tak bisa menunjukkan kalau aku baik-baik saja? Sementara, pada kenyataannya, aku begitu hancur dan tersiksa dengan apa yang terjadi saat ini. "Lis, tolong, demi Abi, aku, dan semua yang sayang sama kamu. Ayo, semangat. Tunjukkan kalau kamu itu mampu melewati semua ini. Abi juga bakal bangga dengan perjuangan kamu. Tapi, kamu harus sehat dan semangat untuk bertahan di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN