Sekarang bukan hanya keadaan Abi yang keluarga fokuskan, tapi juga si pelaku penabrak. Sungguh, aku tak tega melihat Papa bolak-balik mengurus semuanya. Sementara Abi masih mencemaskan karena kondisinya belum juga stabil. Kami memang tidak bisa menebak siapa pelaku di balik kecelakaan ini. Meskipun, dugaanku begitu kuat ke Nesa, tapi aku tak dapat berbuat apa-apa. Karena aku tidak punya bukti yang cukup untuk menyeretnya ke penjara. "Sulis. Sudah, Nak." Mama memelukku erat, tangannya terasa gemetar saat berada di lenganku. "Mama, maafin Sulis." Aku kembali terisak. "Kamu endak salah, Sayang. Ini memang berat, tapi kalau kamu lemah semuanya bisa hilang. Kamu endak bisa mempertahankan yang kamu miliki sekarang jika kamunya sendiri endak kuat. Sulis, setiap manusia itu di uji, dan meng

