"Selamat sore, Kak." Seorang perawat datang memecahkan lamunanku. Aku terkesiap dan lekas membalas sapaannya. Aku masih menunggu Abi, tanpa ibunya. Karena Tante Mira kudengar dari Beno tadi sedang tidak enak badan. Jadi aku putuskan menelepon ibunya Abi dan memintanya untuk istirahat. Perawat itu hanya mengecek infus dan memberikan suntikan pada Abi lalu berlalu dari ruangan ini. Sejenak aku memperhatikan wajah Abi, aku hampir tak percaya bisa melihat wajah tampan itu lagi! Senyumnya, suaranya, manjanya. Ya Tuhan, aku ingin Abi sembuh. Aku sudah rindu mengobrol dan bercanda dengannya. "Cepat sehat, Bi," pintaku dengan suara yang lirih. Laki-laki itu tak merespons, matanya terkatup bibirnya sedikit terbuka. Wajahnya sudah tak sepucat kemarin. Dia sudah bisa makan sebagaimana biasa

