Tamu yang Aneh

1746 Kata

Setelah memoles bibir dengan lipcream, aku meraih baju atasan berwarna cerah. Rambutku digelung ke atas. Kuamati sekali lagi penampilan di cermin, terlihat lebih cantik, sederhana, dan berbeda karena aku memakai rok mode payung sebatas lutut. Aku tersenyum melihat riasan di kelopak mataku, sedikit sapuan maskara dan eye shadow ping membuatku tampak lebih segar. Dering suara ponsel membuatku segera beranjak dari kegiatan mematut diri. Setelah mengangkat telepon dari Abi, yang bertanya nomor rumah dan mengabari bahwa dia sudah separuh perjalanan. Berarti sebentar lagi laki-laki yang selalu membuat aku rindu itu sebentar lagi tiba. Aku bercermin sekali lagi untuk memastikan penampilanku, lalu kuraih jam tangan pemberian Abi sebelum keluar kamar. Aku menghampiri Mama yang tengah berjibak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN