Ancaman dari Nesa

1705 Kata

Aku terbangun karena rasa dingin yang menyerang. Setengah membuka mata aku melirik jam di dinding, waktu menunjukkan pukul tiga dini hari. Kupindai sekeliling kamar, lalu menyadari jika kipas angin bergerak terlalu kencang. Posisinya pun terlalu dekat dengan ranjangku membuat udara semakin terasa dingin. Tenggorokanku terasa kering, mungkin karena terlalu banyak menangis semalam. Seluruh badanku juga terasa sakit, belum lagi perih dari luka ringan di kaki dan tanganku. Sedikit terseok, aku turun dari kasur mematikan kipas angin kemudian berjalan pelan sambil berpegang di tembok. Aku ke luar kamar karena lapar dan ingin membuang air kecil. Ruangan dapur yang semula gelap menjadi terang setelah kunyalakan sakelar lampu. Pandanganku mengitari sekitar dapur yang berantakan. Peralatan makan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN