Kecelakaan

1736 Kata

Selepas berdoa kepada Allah, menceritakan segala keluh kesah kepada-Nya, hatiku sedikit lebih tenang, meskipun badanku terasa remuk dan beberapa titik di kulitku masih terasa perih, dan kepalaku masih berdenyut-denyut. Ini bukan kali pertama, aku dirundung masalah, dan aku lebih sering memilih memendamnya terlebih dahulu karena tak ingin membuat orang tuaku khawatir, terlebih lagi riwayat tekanan darah Papa pernah di atas normal. Aku perlahan bangkit setelah usai salat, merapikan mukena lalu menghabiskan potongan buah yang masih tersisa. Hari masih pagi, aku sudah beberapa kali meneteskan air mata. Rasanya tak kuat menahan segala sakit yang ada. Ponsel berdering, nama Mama Sayang terpampang di layar. Gegas aku menghapus air mata, dan membersihkan ingusku, agar Mama tak tahu kalau s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN