Ujian Cinta

1725 Kata

"Kamu aja yang makan. Aku udah sarapan," kata Abi sambil mendekatkan semangkuk menu sarapan untukku. "Sulis, maafin aku, ini memang enggak mudah, tapi apa salahnya kita mencobanya," ucap Abi lirih, sorot matanya masih berharap kami bisa seperti dulu lagi. Maaf, maaf untuk apa? Abi kan tidak salah, dia kan tidak mengkhianati aku. Aku juga yakin, dia tak akan tega menyakiti aku. Lantas, bagaimana aku menjelaskannya pada Abi, tentang ancaman gadis setengah gila itu? Ya Tuhan, hingga saat ini, pertanyaan-pertanyaan itu kubiarkan menggantung tanpa jawab. Aku pun memilih diam, tak menanggapinya lagi. "Ini." Abi menyodorkan ponselnya. Kulihat layarnya sudah menampilkan rekaman audio. Aku menatapnya sebentar, lalu dibalas dengan anggukan agar aku mendengar rekaman itu. Meski begitu penas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN