Kecelakaan Abi

1632 Kata

Ketika bangun aku mendapati kerai hijau mengelilingiku. Selang dari tabung yang berisi oksigen masih menempel di hidungku. Aku ingin duduk, tapi dicegah oleh Kak Tari dan Agus, mereka memintaku untuk istirahat kembali. Setidaknya sampai mamaku datang. "Sulis, alhamdulillah kamu sudah sadar," ucap Agus sembari merapikan selimut. Aku menoleh ke samping dan melenguh kesakitan karena denyutan di kepalaku membuat ruangan ini serasa berputar. Aroma minyak angin memenuhi rongga hidungku ketika aku melepaskan selangnya. "Gus," seruku lemah. "Iya, Sulis. Kamu jangan banyak gerak dulu." Kak Tari menundukkan sedikit badannya mendekati wajahku. "Abi gimana, Kak?" Kulihat Kak Tari dan Agus saling melemparkan pandangan. Mereka berdua terdiam, tak ada jawaban meski aku menunggu mereka berbicara.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN