Motor ninja yang dikendarai Abi melaju pelan, membelah jalan menuju rumah Nenek. "Assalamualaikum. Sehat, Nek?" tanyaku sembari mencium takzim tangan Nenek. "Alhamdulillah sehat. Kamu sehat, Ndok?" jawabnya setelah membalas salamku. Aku mengulas senyum. Nenek menatapku dengan pandangan penuh kasih sayang. Rasanya beruntung mengenal Abi, semua keluarganya saling mengasihi. Seperti Nenek, wajah perempuan itu benar-benar membuatku merasa disayangi. Udara di sini terasa lebih segar, mungkin karena letak rumah Nenek dekat dengan perkebunan karet warga. Kami duduk di ruang tamu, sedangkan Nenek ke belakang membuatkan minuman. Aku menyusul Nenek ke dapur membantunya meracik teh. "Nek, Sulis bantu, ya?" "Owalah, kok, ke belakang. Kalian dari rumah Ibu, ya?" tanya Nenek sambil meraih gu

