Mama

1567 Kata

"Apakah belum selesai?" Pertanyaan Mama membuatku kaget. Kami baru saja selesai sarapan dan aku sudah rapi dengan pakaian kerjaku. "Apanya, Ma?" tanyaku yang masih kebingungan. "Kemarin, Mama mau nelepon Tante Mira, tapi nomornya endak aktif." "Terus, Ma?" Dengan hati-hati aku bertanya dengan Mama. Jantungku berdegup kencang. "Katanya dia akan menetap di Jogja. Dan persidangan Nesa juga sudah selesai semua kan? Jadi wajar saja Tante Mira endak aktifkan lagi nomornya." Mama menyentakkan napas kasar dengan geram. "Memangnya terakhir Tante Mira bilang apa, Ma?" Mama menggeleng. "Kamu endak perlu tahu.” Ada yang aneh dengan Mama, tak biasanya perempuan ini bersikap dingin. "Sulis berangkat, Ma.” Aku tersenyum hambar. Berlama-lama di dekat Mama menjadi tidak nyaman. Aku merasa Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN