Febri Pov

984 Kata
Dinda.. Seseorang yang tak pernah kuduga kehadirannya. Pertemuan pertama kala itu meninggalkan rasa. Menggetarkan jiwa. Perlahan tapi pasti, senyum itu menggodaku di alam mimpi. Melambungkan asaku tinggi. Menenggelamkan rasa sunyi dalam diri. Hatinya sungguh ingin kumiliki. Entah mengapa memilikinya terasa begitu sulit. Namun asa yang terlanjur meninggi dan rasa yang bersemayam di hati membuatku ingin terus berjuang. Demi mendapatkan dirinya. Sang pujaan hati. Ia terasa dekat. Namun hatinya terasa sulit kudekap. Dan jika suatu saat kesempatan itu datang tak kan pernah ku sia-siakan tuk gapai hari esok bersama. ——————————————————— Aku seperti tertantang setelah percakapan kami di rumah sakit malam itu. Ia ingin aku membuktikan kesungguhanku untuk mendapatkan hatinya. Namun aku tau sebagian hatinya masih tertambat dimasa lalu yang menurutku tak ada kejelasan didalamnya. Karna perbedaan mereka yang sangat jelas. Terlebih masa lalu itu masih terus mengejarnya hingga kini. Membuatnya ragu untuk melangkah pasti. Sikapnya yang hangat dan bersahabat membuatku merasa nyaman berada didekatnya. Pembawaannya yang ramah dan ceria membuat hariku menjadi lebih berwarna. Namun, ternyata bukan hanya aku yang merasa nyaman saat dekat dengannya. Ada laki-laki lain yang merasakan hal yang sama denganku. Yang juga ingin merebut perhatian serta hatinya. Selain aku dan cerita dari masa lalunya. Aku tau hatimu masih ragu untuk melangkah. Aku pun tau bahwa masa lalumu masih setia mengejarmu. Tapi percayalah padaku, genggamlah tanganku. Kan kuajak kau melangkah maju. Menyusuri perjalanan bersama. Walaupun aku sendiri tak bisa menjamin kalau jalan kita tidak akan berliku. Tapi setidaknya aku berjanji akan selalu ada untukmu. Tanpa batas waktu. Aku memang tak sempurna. Tapi akan kuupayakan untuk menjadikan kisah kita menjadi sempurna. Menjadikanmu yang terakhir dalam kisah kasihku. ——————————————————— Dinda.. Mengapa kau begitu bimbang untuk terus melangkah? Apakah cerita lalu itu begitu membekas dihatimu? Hingga teramat sulit kau memulai cerita yang baru? Atau cerita lalumu itu yang masih begitu berharap untuk kembali padamu? Aku tau jika cerita lalumu itu masih belum merelakanmu sepenuhnya. Aku juga tau jika masa lalumu masih ingin mengulang kisah kasih kalian kembali. Namun satu yang harus kau yakini, bahwa rasaku tak kalah besar dengan rasanya. ———————————————————— Dinda.. Kadang kumerasa kau memberiku harapan. Yang membuatku untuk berjuang. Membuatku terus berlari lebih jauh untuk dapat menggapaimu. Walaupun terkadang hanya dalam mimpi. Melihatmu tersenyum saat kita bersama kala sore itu. Membuatku semakin mendambamu. Ingin kumiliki senyum itu hanya untukku. Melihatmu tak sadarkan diri seperti kemarin membuatku begitu cemas. Mengkhawatirkan keadaanmu hingga tak bisa duduk tenang saat menunggumu tersadar. Menatap wajah lemahmu saat kau terlelap begitu menyiksa. Inginku selalu ada di sisimu hingga kau kembali sehat. Marah rasanya saat melihatmu sedih karna sikap dari masa lalumu yang tak tau diri seperti malam itu. Ingin sekali kuhajar dia hingga babak belur. Seperti apa yang Jojo lakukan. Tapi aku sadar bahwa aku bukan siapa-siapamu. Terbakar cemburu saat melihat ada pria lain yang terang-terangan ingin merebut hatimu di depan mataku. Seperti saat Jojo merayumu dengan lagu saat perjalanan kita ke Bandung kemarin. Ingin rasanya kutenggelamkan dia hingga ke dasar laut. Agar tak bisa lagi merayumu. Kesal rasanya saat melihat Sam managermu datang ke rumah sakit untuk menjengukmu kala malam itu. Dengan romantisnya ia membawakanmu bunga yang indah tanpa perduli ada aku di situ. Menggunakan kuasanya untuk memberimu treat special dengan mudahnya memerimu waktu luang untuk beristirahat sebanyak yang kau mau. Namun disisi lain aku cukup lega karna kau tidak berdekatan dengannya untuk sementara waktu ——————————————————— Aku tak takut jika nanti ternyata bukan aku pilihanmu. Namun, setidaknya aku telah berjuang untuk menjadi raja dihatimu. Berjuang untuk menjadi alasan dalam tiap senyum dan bahagiamu. Namun satu hal yang aku takuti. Jika nanti kau memilih kembali pada masa lalumu, aku takut air mata kesedihan itu akan turun kembali. Karna perbedaan yang kau dan dia miliki terlalu jelas terlihat. Aku takut kau kecewa untuk yang kedua kalinya. Karna kenyataan yang tak sesuai dengan harapmu. Karna akhir cerita kau dan dia yang tak bisa bersama. Karna perbedaan yang sedari awal sudah kau tau akan menjadi akhir dari perjalanan kisah kasihmu dan dia. Perbedaan yang kau dan dia tak bisa hindari. Perbedaan yang hampir tidak mungkin untuk berubah menjadi sama dan akan saling melukai jika terus dipaksakan. ——————————————————— Dinda.. Sadarkah kau jika hati ini selalu terbakar cemburu saat ia berada di dekatmu. Berusaha mendapatkan perhatianmu dengan berbagai cara. Berusaha menyentuh hatimu dengan berbagai sikap dan perhatiannya padamu. Aku cemburu tiap kali melihatnya menggenggam tanganmu. Membelai rambutmu. Berada disampingmu dan menghabiskan lebih banyak waktu denganmu. Ya, aku sadar bahwa saat ini hubungan kita hanya sebatas teman biasa. Sedangkan ia pernah memiliki hati dan hari-harimu sebelum kita saling mengenal. Tapi tidak kah kau menyadari bahwa hati ini terbakar? Harusnya aku juga sadar tidak boleh terlalu menuntut banyak darimu. Tapi bisakah kau sedikit saja menjaga perasaanku? Ah.. Dinda.. kau sungguh membuatku serba salah. ——————————————————— Dinda.. Semoga kelak kau akan melihat ke arah hati yang mengharapmu di sini. Hati yang telah lama menyendiri. Dan hampa yang menjadi teman sejatiku selama ini. Harapanku sungguh besar untuk bisa memeluk hatimu. Akan kuupayakan semampuku untuk mengukir senyum bahagia di wajahmu. Sekarang hingga nanti. ——————————————————— Hatiku hilang di dasar samudra cinta Kutemukan kembali saat kau menyinari hidupku Bagiku kaulah yang membuat dunia indah Mewarnai hari-hariku Sempurnalah jiwaku Bahagia barsamamu.. *** Adera - Bahagia Bersamamu
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN