EP 5

1100 Kata
Aprelio Sanjaya tinggi 180 cm kulit putih, hidung mancung, mata sipit, keturunan Korea Indonesia. Dengan wajah rupawan ia mampu menaklukan kaum hawa. Aprelio merupakan CEO termuka Sanjaya Gruop. Perusahaan property, hiburan, dan supermakert. Aprelio dua bersaudara, memiliki kakak laki-laki usia 33 tahun yang sekarang menggarap perusahaan yang ada di luar negaeri bernama Alvino Sanjaya perawakan 11/12, tinggi 181 cm, tapi lebih ceria. Dan memiliki tunangan Dominia Kimberly artis dan sekaligus pengusaha butik terkenal di Singapura. Sepekan setelah mendengar kabar buruk dari sang adik, Vino terbang dari Singapura menuju Indonesia, memastikan kondisi adiknya. Dengan 2 koper ia menyeret bawaan ke mobil dan melaju ke rumah megah keluarga Sanjaya. Setelah sampai rumah, Vino bergegas ke kamar untuk istirahat. Saat malam Vino menuju ruang tengah dan didapati adiknya yang melamun dan melihat handphone “Lio,sadar, lo nggak pa2 kan” Vino mencemaskan adiknya. Vino mengetahui jika adiknya itu termasuk tipe setia, setelah jatuh cinta akan tetap setia. Tapi jika sampai putus dunianya seakan hancur dan sulit untuk move on “Loh abang udah pulang, kapan sampai sini kok aku nggak tau” Aprelio yang terkejut melihat kakaknya sudah ada dirumah. Setahunya kakaknya sibuk dengan perusahaan di Singapura. “Tadi siang, gimana ceritanya kok Freya bisa khianati kau sih” Vino heran kenapa adiknya bisa putus padahal semua hal ada di Aprelio dari tampang, pintar, uang juga banyak. “Ternyata selama ini dia bohongin aku, dia sebenarnya tunangan Jeon Dewa Laksmana” Aprelio menceritakan permasalahan cintanya “Tunangan yang selama ini nggak muncul di publik, tapi setauku namanya Tiara bukan Freya” kata Vino yang tak percaya “Iya tapi nama lengkapnya Tiara Alfreya Malde” ucap Aprelio lesu. Sungguh Aprelio merasa bodoh karena mudah dibohongi. “Ya ampun adikku ditipu mentah-mentah padahal pacaran dah lama” ucap Vino. Vino menyayangkan hubungan adiknya yang berlangsung lama harus kandas, tapi ini lebih baik daripada cerai saat pernikahan berlangsung pikirnya dalam hati. “Ya gitu deh” Aprelio pasrah, dia merasa lelah kalau harus menghadapi Freya apalagi ditambah Jeon musuh bebuyutannya “Nasibmu ingin nikah justru putus” ucap Vino merasa kasihan terhadap adiknya “Aku tetap mau nikah kok bang” ucap Aprelio yang percaya diri “Seriusan, sama siapa?? Pacar kan nggak punya” ucap Vino yang merasa adiknya mengada-ada “Beneran bang, hanya saja perempuannya yang beda” Aprelio yang percaya diri “Dah dapat yang baru” Vino yang geleng-geleng tak percaya “Bisa iya bisa nggak” Aprelio berkata dengan santai “Kok gitu” Vino merasa semakin bingung “Karena aku baru mengenal dia, kemarin sempat lamar tapi ditolak” Aprelio mengingat pertemuannya dengan Belva “Ha ha ha” Vino merasa lucu adiknya super keren ditolak cewek “Nggak lucu” Aprelio sebal “Hidup kau kayak drama tv” Vino merasa perutnya sakit karena menertawakan Aprelio “Asem” Aprelio marah cerita hidupnya ditertawakan Mereka berdua saling pandang dan melempar barang mulai dari bantal, majalah, dan remote tv membuat rumah berantakan. Dini Ananti yang pulang dengan Dimas Sanjaya pun dibuat kaget oleh ulah kedua anaknya yang sudah dewasa. Mengetahui kondisi yang akan terjadi Dimas tak perlu repot ikut campur dan memilih pergi langsung ke kamarnya. Sementara itu Dini langsung memarahi kedua putranya “Bagus, rumah berantakan, kalian bertengkar lagi” ucap Dini sambil menjewel kedua putranya “Ampun ma” ucap Aprelio yang merasa kesakitan telinga dijewer sang mama “Maaf ma” Vino merasa bersalah “Kalian berdua bukan anak kecil ditinggal 2 bulan di luar negeri berapa banyak ulah kalian” Dini yang tak habis pikir kedua putranya sudah dewasa tapi kelakuan mirip anak kecil. Dari dulu sampai sekarang bikin sakit kepala “Aku nggak melakukan kesalahan” ucap Aprelio yang tak merasa bersalah “Iya ma, aku juga baru tadi sampai rumah” kilah Vino “Sekarang bilang gitu, lihat nih rumah berantakan kayak kapal pecah” Dini kesal “Maaf” ucap Vino dan Aprelio bersamaan “Lio kenapa kamu ngabarin mama kalau kamu udah putus” Dini merasa sedih jadi ibu karena dia tak ada saat anaknya terpuruk. Biasanya jadi tempat curhat putranya tentang segalanya baik pekerjaan maupun cinta. Memang belakangan Aprelio tertutup, Dini kira itu biasa. Namun, nyatanya justru masalah besar dialami putranya. “Nggak sempat ma, soalnya aku harus stabilin perusahaan, setelah kalah tander” ucap Aprelio Kehidupan Aprelio memang lebih sulit dari biasanya. Harus melakukan kerja keras untuk memperbaiki dan menstabilkan perusahaan. Membuat gagasan baru dan berusaha agar tetap bisa bersaing dengan yang lain. Ditambah lagi harus meguatkan hati agar bisa menatap masa depan. “Yaudah, lain kali kalau ada masalah bilang mama” Ucap Dini menatap Aprelio sendu Rumit rasanya memikirkan putranya Aprelio di satu sisi sedih melihat anaknya menderita. Tapi disisi lain justru lega putranya begitu kuat dalam menghadapi ujian. Dini akan selalu mendukung dan berdoa yang terbaik untuk putranya. “Iya ma” Aprelio merasa hangat menerima kepedulian mamanya “Jangan larut kesedihan dengan melampiaskannya dengan bekerja, jangan contoh papamu dulu yang gila kerja” ucap Dini mengingatkan. Dini masih ingat jelas bagaimana suaminya melampiaskan kesedihan akibat ditinggal kakeknya dan memilih untuk kerja tanpa kenal waktu. Hingga membuatnya kelelahan dan harus dirawat di rumah sakit selama 1 seminggu penuh. Untungnya waktu itu kakak iparnya bisa merawat Alvino yang masih bayi. Hingga akhirnya Dini berhasil merawat dan menyadarkan suaminya bahwa masih ada keluarga yang harus dilindungi. “Lio nggak bakalan gitu secara dah dapat gebetan baru” ucap Vino bersemangat “Bener lio, kamu memang hebat” Dini merasa senang putranya bisa segera move on dari mantannya. Secara dari dulu Dini tidak begitu “Nggak bener ma” sanggah Aprelio. Aprelio kesal kakaknya membocorkan rahasia. “Nggak benar tapi me....” Vino hampir keceplosan “Tapi apa sayang” Dini yang tidak mengerti apa kode dari Vino “Nggak ada” ucap Vino ingin Aprelio sendiri yang menceritakan cinta barunya pada mamanya. “Yaudah kalian bersihin dan rapiin semua ini. Mama ke atas takutnya papamu nunggu lama” Dini takut suaminya ngambek karena tidak dipedulikan. Meski usia tak lagi muda tapi Dini dan Dimas terbiasa lengket seperti anak muda. Dan putra mereka hanya bisa geleng-geleng benar-benar buat iri para anak mereka yang jomblo “Iya ma” sahut Aprelio dan Vino serempak Dini beranjak pergi ke kamar menyusul suaminya. Sementara Aprelio dan Alvino membereskan kekacauan yang dibuat. Membuat sampah pada tempatnya, meletakkan dan merapikan barang pada tempat semula. Setelah beberapa menit akhirnya semua beres, Aprelio pun pergi ke kamarnya untuk bersantai dulu di kasur empuknya sembari memainkan ponsel. Sementara Vino masih duduk di ruang tamu dan semakin kepo siapa perempuan yang berhasil membuat adiknya move on begitu cepat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN