EP 4

1177 Kata
Di sela-sela waktu kerjanya Aprelio kembali berkumpul dengan sahabatnya di tempat bilyard. Ibra Olariz salah satu anak konglomerat di Indonesia, pengusaha kesehatan dan kecantikan, tinggi 179 cm, kuning Langsat, memakai kacamata, Korea style, dan bersahaja. Jovin Mahendra pengusaha hotel, tegas, kulit putih, alis tajam, tinggi 183 cm, dan memiliki koneksi hukum yang kuat. Evan Ramadhan model Internasional, anak pengusaha FinMark yang menjual produk fashion dari tas hingga sepatu branded, kulit putih, tinggi 186 cm, ramah, friendly. Kyano Vander tinggi 185 cm, campuran Indonesia-Jerman dan sekarang menjabat CEO di perusahaan keluarga Vander Corporasion, Vander Corporasion perusahaan transportasi yang terdiri dari ojek motor, dan mobil memiliki banyak cabang di berbagai negara di Asia dan Eropa. Mereka bersahabat sejak kecil hingga sekarang, tau seluk beluk kepribadian dan keluarga, dan sulit menyembunyikan sesuatu. "Tumben nih, Aprelio ngumpul bareng kita lagi" ucap Kyano menyindir sahabatnya dan sedang memegang tongkat bilyard. Kyano tidak bermaksud menyinggung perasaan Aprelio, hanya saja semenjak menjalin cinta dengan Freya, Aprelio jarang kumpul, ada saja alasan. Bahkan diberi tau kalau pacarnya itu jahat dia tak percaya dan marah. Hal itu membuat Kyano kecewa meski begitu dia tetaplah sahabat yang ingin melihatnya bahagia. "Maaf aku baru punya waktu untuk main bareng kalian" ucapnya merasa bersalah. Aprelio selama ini mengetahui sahabatnya hanya ingin terbaik untuknya tapi daya waktu itu dia dibutakan oleh cinta. "Baru ingat sekarang punya sahabat. Dari dulu kemana, kau lupa prinsip kita meski sesibuk apapun harus meluangkan waktu untuk kumpul. Mentang-mentang jatuh cinta jadi lupa sama sahabat sendiri" ucap Kyano menyindir "Maaf" ucapnya yang merasa bersalah selama ini hanya mementingkan Freya dan apa hasilnya dikhianati yang membuat luka dalam hati. "Udah lah bro, jangan sindir terus Aprelio, dah bagus dia ingat sama kita sahabatnya" ucap Evan yang memandang kearah Aprelio dan Kyano "Kau membelanya" Kyano yang tak terima jika mereka harus memanfaatkan Aprelio tanpa membuatnya jera "Cukup, ini nggak baik jika terus bertengkar. Lebih baik saling memaafkan, kita sudah sahabatan lama jangan hanya masalah ini persahabatan kita hancur" ucap Ibra yang bijaksana Jovin yang baru datang pun ikut bersuara "Harap tenang, jangan menambah masalah. Saudara Kyano harap memaklumi Aprelio dia itu bucin banget sama Freya hingga nggak nyadar kalau selama ini hanya dimanfaatkan. Lebih parah lagi banyak proyek besarnya berhasil ke tangan musuh saking hebatnya pacarnya. Dan sekarang lihatlah wajah memelasnya apa kau tega menyudutkannya" ucap Jovin yang menceritakan segalanya Kyano yang mendengarkan perkataan Jovin mengerutkan kening dan beralih memandang Aprelio. Kyano melangkah maju dan menepuk bahu sahabatnya "Maaf aku ngga tau kesulitanmu, lain kali kalau ada masalah bilang" Kyano merasa bersalah karena marah tak jelas pada Aprelio. Padahal Aprelio saat ini butuh dukungan bukan cacian. "Ok bro" "Lagian kenapa kalian nggak bilang semuanya sama aku" "Soal waktu ini kau sibuk dengan bisnismu di Jerman" ucap Jovin "Oh waktu itu, sorry ya" ucap Kyano "Semua udah terjadi, tak ada yang sesali. Selalu ada hikmah dari setiap kejadian" "Sejak kapan Aprelio jadi ustad" "Sejak ketemu cewek cantik" "Hah, kok aku nggak mudeng" "Makanya belajar, jangan kelayapan" "Enak aja aku ini disiplin tinggi, fokus sama bisnis demi masa depan" "Terserah kau saja" ucap Jovin yang pasrah kelakuan sahabatnya "Ayolah, aku juga kepo. Cewek mana yang nyangkut dihatimu Aprelio Sanjaya" ucap Evan yang antusias. Evan selalu antusias ketika membahas cewek cantik maklum dia playboy. "Jangan bahas bro, nanti Evan gaet jadi yang ke...." ucap Ibra yang menyindir Evan karena tingkahnya yang selalu gonta ganti pacar "Jika dia berani, lihat aja apa yang terjadi" ucap Aprelio yang membuat suasana menjadi dingin "Aku nggak tertarik Aprelio, beneran. Yak kan Kyano" ucap Evan sambil berkode dengan Kyano "Apa? Aku nggak ngerti" ucap Kyano acuh, tak mau ikut campur urusan sahabatnya "Kau sahabat macam apa sih, kok nggak pengertian" gerutu Evan yang merasa terancam oleh tatapan dingin Aprelio dan berharap dapat dukungan dari yang lain "Nggak perlu dilanjutin. Sekarang waktunya main bilyard" ucap Jovin menengahi sahabatnya "Ok" ucap Kyano Mereka pun melanjutkan permainan bilyard. Permainan yang dilakukan cukup seru dan memancing perhatian dari penonton. Setelah itu mereka makan di kafetaria terdekat. "Aprelio kau serius udah move on" ucap Kyano "Serius untuk apa berlarut-larut dalam kesedihan. Mending fokus ke depan supaya bisa cepat nikah" ucap Aprelio yang membayangkan pernikahan dengan Belva "Hah?? Apa kau pikirkan bro? Baru putus sekarang justru mau serius dengan yang lain, padahal belum kenal. Ingat bro pernikahan itu sakral bukan mainan" ucap Ibra yang mencoba memberikan nasehat "Iya aku tau maksudmu baik. Tapi bro kau juga harus tau selama ini aku udah pacaran lama dan hasilnya nihil. Makanya sekarang udah nemu yang sreg langsung gercep" ucap Aprelio serius yang merasa klop banget dengan Belva padahal masih 2 kali mereka bertemu "Terserah kalau gitu aku doakan yang terbaik" ucap Ibra pasrah Evan yang habis dari toilet sempat mendengar percakapan sahabatnya "Pantesan aja kau sangat bete ketika aku ingin mengetahui cewek itu. Ternyata kau langsung ingin serius dengannya" Evan mencebikkan bibirnya "Ya, kenapa?" Aprelio yang galak "Sabar Aprelio. Tapi aku cuma bercanda, serius aku juga ingin kau mendapatkan cintamu. Ok" Aprelio berusaha menyakinkan sahabatnya "Ok kupegang omongan kau" "Tuhkan kumat mode sensinya Aprelio" "Apa Evan?" "Nggak ada bro" Kyano kembali ke private room dengan pelayan yang menyajikan makanan dan minuman "Guys, nih siap ayo makan" "Ok" serempak Mereka menikmati makan dan minuman yang paling lezat dan mahal di kafetaria. Tak lama Jovin yang tadi sempat keluar langsung datang dengan undangan dan diberikan kepada sahabatnya "Guys, nih undangan kalian datang ya di ulang tahunku" ucapnya yang penuh harap "Malas" ucap Evan "Kenapa takut ditodong hadiah, maaf aku udah kaya. Jadi kalian cuma hadir aja" Jovin yang serius "Sombong" seru Ibra sembari asyik main tablet Apple kesayangannya "Biarin, orang kaya mah bebas" "Aku biasa aja tuh" Ibra yang santai sambil menikmati kopi capuccino "Nggak semua orang kayak kau. Pokoknya aku nggak menerima alasan apapun kalian harus hadir. Kalian kan sahabatku" Jovin yang kesal dan langsung menghabiskan coklat panas "Mencium aroma yang mencurigakan" Kyano yang merasakan keanehan dari Jovin "Ngaco" "Bro, jujur kayak sama siapa?" ucap Aprelio tenang "Ok aku akan jujur. Di ulang tahunku nanti akan ada drama perjodohan yang diatur oleh orang tuaku. Banyak undangan untuk cewek single dan berkelas. Bayangin deh gue dianggap apa sama nyokap" gerutu Jovin yang tak terima akan sikap mamanya "Sabar, mungkin ortu kau ingin cepat nimang cucu dari kau seperti mamaku yang rempong" ucap Aprelio yang mengingat mamanya selalu mendesak dia dan kakaknya untuk menikah "Nggak ada cerita kayak gitu, ini zaman udah modern" ucap Jovin "Tapi kenyataannya apa? Nurut aja Vin, berbakti kepada orang tua itu bagus dapat pahala" ucap Ibra mengingatkan "Mulai deh, pak ustadz jadi nambah banyak aja" gerutu Jovin "Nggak usah khawatir, aku pasti datang. Jangan dengerin yang lain" Evan yang semangat ingin melihat cewek cantik nan berkelas "Kumat playboy satu ini. Nanti jangan sampai kalah sama Evan. Kasian mama kau capek-capek cari calon mantu" Ibra berbicara dengan santai "Benar semangat Vin, kau harus dapat jodoh. Aku dukung kau bro" ucap Kyano menyemangati "Baiklah" Jovin yang pasrah "Jangan lemas kita semua akan hadir, termasuk Aprelio. Yak kan" Kyano yang menyenggol lengan sahabatnya "Iya aku akan datang" "Bagus deh" Setelah itu mereka kembali melanjutkan aktivitas masing-masing.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN