Setelah makan Aprelio melangkah maju ke meja kasir dan membayar makanan dirinya dan Belva. Setelah itu Aprelio pergi menuju mobil dimana Jovin sudah duduk di kursi co-pilot. Saat Aprelio menurunkan kaca spion, masih terlihat wajah Belva berseri-seri membuat jantungnya berdegup kencang, tanpa disadari Aprelio tersenyum ringan. Jovin yang duduk disebelahnya merasakan keanehan sahabatnya.
"Bro, kenapa senyam senyum?" tanya Jovin
"Adadeh" ucap Aprelio santai
"Ada apa sih sebenarnya?" ucap Jovin yang melihat sekeliling. "Apa yang membuat seorang Aprelio tersenyum padahal tadi kecewa karena tau ulah Freya" gumam dalam hati
"Kau mau tau aja" ucap Aprelio
"Aku kan sahabatmu. Lagian tadi muka ditekuk sekarang tersenyum. Jangan-jangan kau lihat cewek cantik ya" ucap Jovin yang menduga-duga. Semua orang tau bahwa obat patah hati paling mujarab adalah mendapatkan pengganti baru. Meski ia akui Aprelio dengan mudah bisa mendapatkan wanita, tapi yang dia tau hatinya sulit untuk berpaling.
"Bisa jadi, oh ya kenapa kau kelihatan bete padahal yang ditipu Freya itu aku" ucap Aprelio yang masih mengecek pekerjaan di handphone
"Karena aku nggak rela sobatku dikhianati apa coba kurangnya. Memang dia cewek freak menyebalkan lihat apa yang akan terjadi di masa depan" ucap Jovin kesal
"Udahlah, cukup kita lihat aja karma pasti berlaku" ucap Aprelio tenang
"Betul, tumben kau bisa tenang dan bijaksana" ucap Jovin heran.
Semua orang tau biasanya kalau Aprelio disakiti pasti dia balas berkali-kali lipat ini justru tenang. Cuma ada 2 kemungkinan pertama tenang sebelum badai atau kedua berubah dan biar takdir yang menentukan. Meski Jovin meragukan alasan kedua.
"Aku bisa tenang karena jujur aku sadar bahwa mungkin selama ini kurang baik, makanya aku dikhianati. Dan sekarang saat berubah menjadi lebih baik" ucap Aprelio
"Itu bukan gayamu bro, ayo cerita yang sebenarnya?" ucap Jovin yang memojokkan Aprelio
"Ok, tadi aku sempat lihat cewek yang kemarin sempat ku lamar tertawa. Rasa emosiku langsung hilang dan gitu deh" ucap Aprelio santai
"Apa??? siapa cewek yang kau lamar? kok aku nggak tau" ucap Jovin yang merasa kesal karena tak diberi tau soal lamaran
"Cewek itu aku sendiri nggak mengenal tentang dia. Hanya saja waktu itu aku frustasi karena putus padahal aku mau lamar Freya. Makanya aku lamar cewek yang menurutku menarik" ucap Aprelio terus terang
"Terus lamaranmu gimana diterima?" ucap Jovin menebak. Secara dengan kualitas yang dimiliki Aprelio mana ada cewek yang menolak kalau dilamar.
"Menurutmu sendiri gimana hasilnya? ucap Aprelio
"Diterima" ucap Jovin spontan
"Salah, aku ditolak bro padahal udah pakai jurus eye-catching segala" ucap Aprelio dengan nada kecewa
"Ha ha ha. Ternyata ada juga wanita yang menolakmu padahal selama ini kau yang biasa menolak" ucap Jovin dengan santai. "Ternyata ada juga cewek yang menolak pesona luar biasa sahabatnya padahal biasanya sahabatnya lah yang menolak mentah-mentah cewek yang mendekatinya.Takdir terkadang lucu" pikir Jovin
"Itu yang membuatku semakin tertarik padanya" ucap Aprelio
"Itu bagus bro, kau bisa move on cepat dan tidak berlarut-larut dalam keterpurukan" ucap Jovin
"Iya, situasi ini kadang aku nggak pahami. Secara biasanya butuh waktu lama untuk menyembuhkan patah hati dan beralih ke yang lain. Ini cuma hitungan hari" ucap Aprelio yang tak memahami apa yang terjadi pada hatinya
Aprelio termasuk tipe cowok yang sulit jatuh cinta, sekali cinta pasti memberikan segalanya. Dan saat patah hati butuh waktu lama untuk kembali mempercayakan hatinya pada wanita. Seperti masa lalunya dulu sebelum pacaran dengan Freya 2 tahun. Aprelio butuh waktu 3 tahun untuk memulihkan hatinya setelah ditinggal nikah mantan pacarnya Kiran Adriyanti. Ini baru beberapa hari tapi sudah merasa menemukan tambatan hati yang baru.
"Berarti ada yang istimewa mungkin. Apakah kau merasa berbeda dengan yang lain" ucap Jovin
"Mungkin ada" ucap Aprelio yang belum memahami pasti perbedaan jatuh cinta pada Belva dengan mantan pacarnya dulu.
"Semangat terus bro, siapa tau dia jodoh yang kau tunggu selama ini" ucap Jovin yang berharap sahabatnya mendapatkan jodoh terbaik setelah mengalami kegagalan cinta
"Aamiin, Aku akan berjuang terus sampai berhasil mendapatkannya" ucap Aprelio penuh semangat
"Bagus, sekarang mending kita lanjut ke lapangan futsal yang lain sudah menunggu lama, lihat nih mereka dah calling dari tadi" ucap Jovin
"Ok, siap meluncur" ucap Aprelio yang menyalakan mobil
Keduanya pergi menuju lapangan futsal yang biasa mereka jadikan tempat bermain. Setelah tiba Aprelio dan Jovin ikut bergabung dengan sahabat yang lain bermain futsal. Panas terik tak menggoyahkan semangat kaum Adam bermain futsal karena selain menyenangkan juga menyehatkan asalkan pola makan dan istirahat terjaga dengan baik.
***
Di sisi lain Belva dan Arini saling pandang, mereka bingung karena makanan dan minuman yang dipesan sudah dibayar.
"Rin, memangnya yang bayar bukan kamu" ucap Belva yang bingung
"Bukanlah kan aku di toilet tadi. Bukankah kamu yang harusnya bayar di kasir? Kenapa jadi tanya aku?" ucap Arini yang mengerutkan kening
"Ya tadi aku memang ke kasir. Saat mau check out kata mbaknya sudah dibayar" ucap Belva
"Terus kau tanya siapa yang membayar pesanan kita" ucap Arini serius
"Katanya temanku, temanku kan kamu" ucap Belva
"Oh mungkin calon suamimu" ucap Arini asal
"Nggak lucu deh" ucap Belva yang kesal
"Ya udah nggak usah dipikirin. Kan enak makan dan minum gratis itung-itung uangnya bisa buat keperluan lain" ucap Arini santai
"Benar juga" ucap Belva yang setuju pendapat sahabatnya.
Meski Belva dan Arini bingung siapa yang membayar makan siang mereka, tapi bersyukur paling nggak dapat gratisan nggak perlu ngeluarin uang, bisa hemat buat beli yang lain. Keduanya pergi dari warung bakso menuju minimarket dan membeli 2 es cream Wall's rasa cokelat dan strawberry. Saat minum es cream, handphone Arini berbunyi. Arini mengecek notifikasi ternyata ada pesan ada sepupunya, ia segera membalas. Setelah itu melanjutkan memesan ojek online.
"Va, kau bisa pulang sekarang, aku akan tetap disini" ucap Arini
"Kenapa gitu? pacarmu sudah mau datang menjemputmu" ucap Belva
"Nggak dia lagi ada urusan, tapi aku sudah pesan ojol. Aku ada urusan penting, maaf nggak bisa menemani sampai sore" ucap Arini
"Urusan apa?" tanya Belva sambil menyantap es cream
"Itu aku baru dapat pesan dari sepupu, aku sudah bisa mulai training lusa makanannya aku mau urus surat mengundurkan diri dari koperasi" ucap Arini yang semangat bisa dapat pekerjaan baru
"Selamat, semoga sukses" ucap Belva mendoakan secara tulus
"Aamiin makasih doanya. Oh ya Va, nanti kalau nikah pilih WO ku ya" ucap Arini yang manis
"Ogah" ucap Belva
"Kenapa?"
"Mahal"
"Aku kasih diskon deh" bujuk Arini
"Enak aja kau bilang, uangku tuh pas-pasan" ucap Belva memikirkan gajinya ya memang lebih banyak dengan double job. Namun sebagian ia sisihkan untuk menabung jadi untuk sehari-hari ngepas banget.
"Kan calonmu tajir" ucap Arini
"Aamiin" ucap Belva mengamini pernyataan baik sahabatnya
"Iya kalau yang kemarin" ucap Arini
"Nggak jadi" ucap Belva kesal
"Jangan ngambek nanti jodohmu beneran yang kemarin" ucap Arini yang memanasi Belva
"Ungkit masalah ini aku bilang bang Rendra" ancam Belva
"Ampun, nanti aku nggak jadi malam mingguan" ucap Arini memelas
Pacar Arini yang bernama Rendra merupakan salah satu kerabat Belva. Dan sikap Rendra begitu protektif pada Belva seperti adiknya sendiri sehingga bisa marah kalau dia tau Arini jahilin Belva. Kalau marah otomatis didiamkan berhari-hari jadi nggak bisa kencan.
"Bodo amat" ucap Belva acuh
"Please, jangan bilang bang Rendra. Kan Belva cantik dan baik hati" ucap Arini yang merajuk
"Ok, tapi kau jangan ungkit yang kemarin. Lihat tuh ojol mu datang" ucap Belva
"Yaudah aku pergi dulu. Maaf ya dah buat kamu menungguku, jadi nggak bisa pulang cepat" ucap Arini sambil berjalan ke arah ojol
"Nggak pa-pa. Semangat, sampai jumpa" ucap Belva
"Sampai jumpa, hati-hati di jalan" ucap Arini sambil melambaikan tangan
"Ok" ucap Belva
Arini pulang ke rumah dengan ojol untuk mengurus surat pengunduran diri dari koperasi. Sementara Belva masih merenungkan kata sahabatnya sampai 20 menit, dia pulang ke rumah.