Aprelio POV
Aku tidak pernah membayangkan tentang cinta dan kasih sayang keluarga. Ku kira hanya sahabatku yang bisa memahami maslahku, namun hari ini semua prasangku salah. Ternyata kakak dan orang tuaku begitu peduli padaku saat terpuruk akan cinta bahkan mereka pulang dari luar negeri langsung ke Indonesia. Padahal biasanya mereka lebih suka tinggal di luar ditimbang di tanah air, kakak sibuk dengan bisnis, sementara orang tuaku sibuk jalan-jalan di luar negeri.
Hari ini aku merasakan perasaan hangat dari keluarga, ternyata dibalik masalah ada hikmah yang tersembunyi. Kuasa ilahi memang benar adanya, disetiap langkah sulit pasti ada kemudahan untuk memaluinya. Seperti secercah harapan di tengah kegelapan akan masa depan yang tak menentu. Memiliki orang yang menyayangi kita dengan tulus merupakan harta berharga yang tak ternilai.
Sejenak kulepaskan semua beban masalah yang ada dan mulai tertidur. Namun, hal itu tak berlangsung lama kakakku Vino langsung masuk ke kamarku.
“Dek, kamu lagi ngapain” Vino masuk tanpa mengetuk pintu
“Nggak lihat, aku lagi istirahat tau”ucapku yang memang capek
“Oh” Vino yang menghampiri saudaranya nya
“Kamu kenapa kesini bang” Aprelio merasa kakaknya aneh. Nggak biasanya ke kamarnya menanyakan hal yang tidak penting
“Aku kepo dek, siapa cewek baru yang berhasil menaklukkan adek ku ini” Vino yang jujur ingin mengetahui wanita mana yang berhasil membuat adiknya move on begitu cepat
“Aku juga nggak kenal dia, Aku baru lihat dia dua kali. Maka dari itu aku suruh Zafran untuk menyelidiki data lengkap mengenai dirinya” Aprelio menjelaskan
“Serius? Kiraiin dah lama kenal” Vino agak kecewa karena ternyata wanita yang bisa membuat saudaranya move on bukan orang yang dikenal sejak lama. Namun, disisi lain terkejut apa hebatnya wanita yang belum dikenal tapi mampu mengalihkan dunia saudaranya.
“Belum kenal bang tapi dia dia sukses bikin hatiku yang hancur jadi pulih” Aprelio merasa Belva adalah takdir yang dipilih Tuhan untuknya.
“Bagus banget kata-katamu”
“Kalau kamu butuh bantuan atau saran percintaan bilang ke abang” Vino siap membantu kesuksesan cinta saudaranya
“Ok bang” Aprelio tidak menolak penawaran abangnya karena menurutnya suatu hari pasti dia akan membutuhkan bantuan darinya
“Yaudah kalau gitu kita main game ya, kulihat console game mu baru” Vino melirik Console game baru
“Ujung-ujung itu” Aprelio sangat hafal kelakuan kakaknya yang juga sulit lepas dari game. Begitu rasa penat menyerang atau telah menyelesaikan job besar pasti langsung main game.
“Kenapa nggak boleh? pelit ama abang sendiri” Vino merasa agak kesal
“Nggak lah, ok, kita main” Aprelio sendiri juga merasa jenuh dengan keadaan yang dimiliki.
Aprelio cukup bersyukur memiliki orang-orang yang menyayanginya dan ada di setiap waktu saat membutuhkan. Tak ragu lagi Aprelio mengiyakan ajakan bermain game dari kakaknya, karena sudah lama Aprelio tidak bermain. Semua karena kesibukkan akan bisnis dan nasib percintaan padahal dulu-dulu Aprelio selalu menyematkan bermain game untuk menghilangkan penat.
“Siapa yang kalah taktir resto” tantang Vino yang kembali bersemangat
“Siapa takut” Aprelio tidak mau kalah dengan kakaknya
“Tapi dipikirkan kok cuma resto, nggak asyik banget. Gimana kalau yang kalah kan membayar full biaya pernikahan” Vino memikirkan akan lebih asyik jika pesta pernikahannya dibiayai saudaranya. Tidak perlu mengeluarkan uang dan hanya menikmati kemewahan.
“Maksudmu apa bang” Aprelio mengerutkan kening.
Aprelio memikirkan apa maksud dari kakaknya. Dapat diketahui kakaknya selalu memiliki ide aneh sejak kecil. Berbeda dengan dirinya yang cenderung biasa, dan dingin.
“Jadi siapa yang duluan nikah nanti biayanya akan ditanggung pihak yang kalah” Vino yang bersemangat mengutarakan ide yang baru ditemukan. Merasa bahwa dia pasti akan menang lagian saudaranya udah lama tidak main game pasti dia kalah.
“Ok, yakin nih. Nggak nyesel nanti kalau aku menang dan nikah duluan. Abang bangkrut lho” Aprelio tentu saja tidak ragu. Karena Aprelio yakin kemampuannya tidak akan luntur meski sudah lama tidak main. Dan untuk menikah, entah kenapa Aprelio merasa bisa menikah lebih awal ditimbang kakaknya meski sekarang statusnya masih jomblo.
“Nggaklah. Lagian aku tuh dah lamaran. Emangnya kamu masih aja jomblo” ucap Vino yang percaya diri
“Jangan salah, jomblo begini nanti nikah duluan ditimbang abang” Aprelio tidak mau kalah dengan kakaknya.
“Aku nggak percaya” Vino yakin dia akan menang
“Kita lihat saja nanti. Jadi tanding nggak nih” Aprelio yang penuh semangat
“Jadi dong”
Aprelio dan Alvino asyik tanding main game di PS hingga larut malam. Pada akhirnya Aprelio menang tipis atas kakaknya. Vino menghela nafas pasrah menerima kenyataan dia kalah dengan adiknya dan memilih untuk tidur. Sementara Aprelio tersenyum puas merasakan kemenangan, setelah itu Aprelio tidur karena kelelahan.
***
Di sisi lain malam yang sunyi, Belva mengalami insomnia padahal pekerjaannya sudah selesai. Mulai dari episode komik terbarunya telah terjadwal diterbitkan selama waktu 2 minggu, dan hanya fokus pada admin online shop. Namun tetap saja, Belva masih terbayang akan lamaran dadakan dan sangat aneh yang dilakukan oleh pria yang tak dikenal. Meski Belva memutuskan menolak lamaran namun sebenarnya bukanlah keputusan yang mudah, banyak pertimbangan yang dipikirkan. Mulai tak tau asal usul pemuda itu, nama bahkan tak tau. Ada sisi lain Belva tersentuh dengan lamaran yang begitu romantis yang selalu menjadi impian setiap wanita apalagi pemuda tampan, kaya yang penuh dengan pesona. Dan lagi-lagi memutuskan menolak karena takut untuk disakiti setelah gagalnya cinta pertama yang dimiliki. Memikirkan kemungkinan pria melakukan lamaran itu hanya bercanda atau lampiasan emosi akibat putus cinta. Hal itulah yang menjadi alasan kuat bagi Belva menolak lamaran yang sangat menggiurkan. Namun entah mengapa bayang-bayang itu masih saja kerap muncul dibenak mengganggu pikirannya untuk fokus pada kehidupan sehari-hari.
Setelah kejadian itu sebenarnya Belva sudah tak mau memikirkan hal semacam itu dan memilih fokus pada pekerjaannya. Namun terkadang terbesit secara tak terduga. Seperti malam ini yang membuatnya kesulitan tidur padahal sudah menguap beberapa kali, rasa mengantuk menyerang begitu kuat tapi tetap saja masih terjaga di malam ini. Pada akhirnya Belva memutuskan untuk mengambil air wudhu membersihkan hati dengan menjalankan sholat di 1/3 malam, membaca do’a mengeluarkan keluh kesah yang ada di dalam diri yang dilanjutkan melantunkan ayat suci al qur’an. Setelah ini merapikan mukena dan sajadah, Belva melangkah menuju dapur untuk membuat s**u hangat. s**u hangat itu dinikmati di kamar tidur, mencium aromanya membuat Belva rileks. Setelah minum s**u Belva pun berdoa memohon perlindungan dari Allah, dan tak lama Belva pun tertidur di kasur dengan memeluk boneka beruang coklat kesayangannya.