Luna berjalan pelan ke ruang tamu dan menaiki tangga(berada di samping ruang tamu) diikuti dengan Reyhan dibelakangnya. Tiba-tiba langkah Luna terhenti karena mendengar 'Kruyuukk,, Kruyukk,,' suara perut Reyhan. Luna yang sudah menaiki 1 anak tangga berhenti dan langsung berbalik ke arah sumber suara. Reyhan yang berjalan dibelakang Luna pun ikut berhenti dan memandang Luna dengan mata terbelalak. Reyhan benar-benar kaget dan sangat malu, namun hanya terdiam membeku. Luna yang masih melihat ke Reyhan langsung tersenyum lebar sampai giginya terlihat. Bi Marinah yang masih menyetrika diruang keluarga datang mendekat.
Ruang tamu.
"Non, Den sudah sampai?" Tanya Bi Marinah sambil mendekat ke arah Luna dan Reyhan.
"Iya Bi baru sampai." Jawab Luna.
"Ya ampun Den! Kok basah gitu?? Bukannya tadi bawa payung Den?? Bibi ambilin handuk dulu ya, Den??" Tanya Bi Marinah yang baru menyadari baju dan rambut Reyhan yang agak basah.
"Enggak perlu. Mau langsung mandi, Bi." Jawab Reyhan yang melewati Luna sambil berjalan menaiki tangga.
Luna belum bergerak dari tempatnya berdiri.
"Oh iya, kalau yang lainnya kemana Bi? Kok sepi?" Tanya Luna celingukan.
"Ibu sama Bapak masih belum pulang Non, masih di rumah temennya Bapak." Jelas Bi Marinah.
"Dari kapan Bi?" Tanya Luna.
"Dari tadi siang Non. Bibi juga kesepian sendirian dari tadi. Bi Yani juga pulangnya semingguan lagi." Bi Marinah cemberut.
Luna terdiam sesaat, karena memikirkan cara Mama yang menyuruh Reyhan menjemputnya.
~Ah, mungkin Mama tadi nanya nya lewat telepon.~ Pikir Luna tidak mau ambil pusing.
"Kan ada satpam Bi di depan(di gerbang ada pos satpam kecil)." Luna.
"Pak Nana? Ah, dia mah enggak bisa di ajak ngobrol. Malah diem aja Bibi tanya juga." Bi Marinah agak kesal.
"Mungkin Pak Nana terpesona ngeliat Bibi, kayaknya Bi." Luna menggoda Bi Marinah sambil tertawa.
"Ih bisa aja si Non. Lagian juga Bibi mah, udah ada yang punya Non. Itu aa ganteng yang jual pulsa di depan kompleks Non. Hehe,," Jawab Bi Marinah yang mengaku-ngaku.
"Haha, dasar Bibi ada-ada aja." Luna tertawa.
"Ya ampuunn, setrikaan! Bibi lupa." Bi Marinah menepuk jidat dan hendak berbalik.
"Oh iya, Non mau makan apa? Nanti Bibi masakin. Den Reyhan juga belum makan." Lanjut Bi Marinah.
"Emang baju yang belum di setrika nya masih banyak Bi?" Luna bertanya balik.
"Iya Non, lumayan." Jawab Bi Marinah.
"Ya udah Bi kalo gitu, nanti biar Luna aja sendiri yang masak. Nanti Luna masakin juga buat Reyhan." Luna menawarkan diri.
"Beneran Non, enggak ngerepotin?" Tanya Bi Marinah.
"Ya enggak lah Bi. Luna udah biasa ko Bi masak sendiri. Oh iya, kalo gitu Luna ganti baju dulu. Bibi lanjutin aja nyetrikanya." Jelas Luna.
"Iya Non, siap." Jawab Bi Marinah.
Bi Marinah kembali menyetrika pakaian. Luna naik ke atas, menuju kamarnya. Luna melewati kamar mandi, dan mendengar shower yang menyala(Reyhan yang sedang mandi). Luna terus berjalan sampai masuk ke kamarnya, lalu menyimpan tasnya di meja. Setelah itu Luna mengambil handuk, baju ganti dan peralatan mandi. Luna ke luar kamar menuju kamar mandi di lantai bawah.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian(kasual), Luna kembali ke kamarnya untuk menyimpan baju kotor, handuk dan peralatan mandi. Luna kembali keluar kamar dan turun ke bawah menuju dapur. Sampai di dapur Luna membuka kulkas dan menyiapkan bahan makanan, Luna akan membuat masakan yang simpel yaitu nasi goreng dan telur dadar. Tidak perlu waktu yang lama, masakannya sudah jadi. Setelah meletakkannya di piring dan menyimpannya di meja makan, Luna berjalan ke ruang tamu dan memanggil nama Reyhan sambil menengadah ke atas.
"Reyhan!! Reyhan!!" Luna teriak beberapa kali memanggil Reyhan dengan kencang.
Reyhan yang mendengar suara Luna, keluar dari kamarnya. Reyhan berdiri di koridor tangga dan melihat ke Luna yang berada di bawah.
"Berisik tau! Ada apa sih, teriak-teriak?!" Jawab Reyhan kesal.
"Sini, cepetan turun." Luna dengan antusias melambaikan tangan mengajak Reyhan mendekat.
Reyhan pun turun tangga dengan malas dan langkah yang pelan mendekati Luna. Setelah Reyhan mendekat, Luna menarik lengan kirinya dan menggiringnya ke ruang makan. Luna menyuruh Reyhan duduk di kursi tempat biasa dia duduk. Setelah Reyhan duduk, Reyhan melihat di depannya sudah ada sepiring nasi goreng yang di cetak menyerupai beruang tidur dengan mengenakan selimut. Nasi goreng yang di cetak menjadi empat bulatan untuk bagian kepala, badan dan kedua tangan beruang. Lalu bagian kepala dihiasi dengan keju slice membentuk hidung dan telinga, serta dua butir kacang polong rebus sebagai mata. Bagian badan ditutup dengan telur dadar menyerupai selimut, lalu dihias dengan saus tomat. Dengan tambahan hiasan brokoli dan sosis goreng. Reyhan terkejut, kedua matanya terbelalak dan mulutnya sedikit terbuka. Luna yang terus memperhatikan ekspresi Reyhan, lalu duduk di depan Reyhan(di kursi yang biasa ditempati Mama) dengan nasi goreng yang di hias seperti beruang tidur milik Reyhan.
"Gimana Rey?" Tanya Luna penasaran.
Reyhan yang terperanjat langsung bicara.
"Kamu kira aku anak TK apa?!" Jawab Reyhan.
"Huh! Ya udah sini kalo ga mau!! Udah capek-capek aku hias juga!" Luna kesal dan cemberut, lalu berdiri dan menarik piring Reyhan.
"Hei, barang yang sudah di kasih tidak boleh di ambil kembali tau!" Reyhan menahan tangan Luna dan menarik kembali piringnya.
"Hah?? Kata siapa tuh??" Tanya Luna kesal.
"Kata aku barusan." Jawab Reyhan dingin.
"Lah, katanya enggak suka." Kata Luna yang masih cemberut dan kembali duduk.
"Siapa bilang enggak suka!" Sahut Reyhan.
Luna tersenyum dan mulai memakan nasi goreng miliknya. Sedangkan Reyhan masih tetap memandangi nasi goreng di depannya itu dengan mata yang berbinar-binar. Luna yang sadar Reyhan sejak tadi belum menyentuh nasi goreng buatannya, menjadi kesal kembali.
"Tuh kan enggak dimakan-makan! Ya udah sini nanti aku buatin yang lain." Luna yang cemberut mengulurkan tangannya ke Reyhan, meminta nasi goreng buatannya di kembalikan.
"Ih, jangan ambil!! Aku kan udah bilang barang yang sudah di kasih, tidak boleh di ambil kembali!!" Reyhan dengan nada agak tinggi menangkis tangan Luna dan mengernyitkan keningnya sambil cemberut.
"Ya udah kalo gitu dimakan. Nanti kalo udah dingin enggak enak loh." Kata Luna yang masih melihat Reyhan.
"Ambilin minum." Kata Reyhan dengan nada manja.
Luna yang melirik ke meja makan baru sadar kalau tidak ada minuman, lalu berdiri pergi ke dapur untuk ambil minum.
~Kalo mau minum bilang kek dari tadi, udah aku ambilin. Ini malah ngajak ribut. Dasar orang aneh!- Gerutu Luna dalam hati sambil berjalan ke dapur.
Saat Luna sudah pergi ke dapur, Reyhan langsung cepat-cepat merogoh saku celananya dan mengambil handphonenya. Lalu dengan cepat pula Reyhan memotret nasi goreng bentuk beruang tidur itu 2 kali dengan handphonenya, dan setelah selesai langsung memasukan kembali handphonenya ke saku celananya. Setelah itu Reyhan mengambil sendok dan garpu. Reyhan berniat untuk memakan nasi goreng itu.
~Ya ampuun, gimana aku bisa tega makannya coba? Ini kan lucu banget.~ Dalam hati Reyhan dengan ekspresi sedih.
Reyhan mengambil nafas panjang dan menghembuskan nafas perlahan agar bisa tenang kembali.
~Huft,, Maafkan aku beruang.~Lanjut Reyhan dalam hati.