Part 17 Allucard mengusap kasar wajahnya, matanya yang memerah menahan tangis kini menatap tajam ke arah mamanya. Ia hanya tidak menyangka saja, bila jawaban mamanya tidak jauh-jauh dari uang dan harta. "Jadi, semua yang Mama lakukan cuma karena uang, uang, dan uang?" tanya Allucard yang didiami oleh mamanya begitupun dengan papanya. "Jawab, Ma!" pinta Allucard geram, ia sangat menahan rasa emosinya sekarang. "Kalau iya, kenapa? Mama ini ibu kandung kamu, ya wajar kan kalau Mama mengkhawatirkan harta kamu?" jawabnya seolah tak memiliki bersalah sedangkan air matanya masih mengalir di wajahnya. "Khawatir hartaku bukan berarti Mama boleh ambil seenaknya, Ma." Allucard menjawab tak terima. "Mama tahu, Mama salah. Mama juga mau minta maaf. Sudah kan? Masalahnya beres sekarang." Anita men

