Hisc 33

1242 Kata

Kantor polisi malam itu terasa ramai dan agak pengap. Di pojok ruangan, Nadine duduk tenang di kursi ruang pemeriksaan, tangan terlipat di pangkuan, wajahnya tanpa ekspresi. Baju hitamnya masih rapi meski ada sedikit bekas debu di ujung celana, sisa dari aksi self-defense barusan. Sementara itu, tiga pemuda di hadapannya tampak seperti korban tabrakan beruntun, muka bonyok, baju sobek, dan salah satu bahkan masih memegangi pinggangnya sambil meringis pelan. Seorang polisi tua sedang mencatat laporan, alisnya terangkat tinggi mendengar penjelasan dari para pemuda itu yang tampak gugup dan saling mendahului bicara. "Dia yang nyerang kami duluan, Pak!" teriak salah satu dari mereka dengan nada putus asa, menunjuk Nadine seolah dia monster bertaring. "Pak, sumpah demi Tuhan, kami cuma nanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN