Begitu membuka pintu rumah, Nadine mendapati lampu ruang tengah masih menyala. Sudah hampir tengah malam, tapi sang ibu masih terjaga, duduk di sofa sambil memandangi layar ponsel. Wajahnya tegang, alis mengernyit, jemari kaku mencengkeram ponsel seakan benda itu bisa menjawab semua pertanyaannya. Nadine sempat berharap ibunya sudah tidur. Tapi harapan itu pupus begitu saja saat mata mereka bertemu. Ibu Nadine menoleh pelan. Tatapannya menusuk, bukan marah… tapi kecewa. Itu lebih sakit. “Jadi kamu masih begini, Nadine?” ucap Mamanya pelan, tanpa emosi yang meledak-ledak. Justru nada tenang itu membuat suasana makin mencekik. Nadine mendekat satu langkah, lalu berhenti. Pandangannya mengikuti arah mata ibunya ke layar ponsel. Di sana, sebuah video berdurasi pendek tengah diputar. Rekama

